Minggu, 26 April 2015

Romantisme Hukum ?



Romantisme Hukum hahaha... mungkin ada sebagian dari teman-teman yang sedikit geli mendengar istilah ini atau mungkin juga ada yang sekarang sedang muntah darah hanya karena membaca judulnya,pertama saya ingin mengatakan “maaf” terlebih dahulu.Karena setelah membaca post saya ini secara lebih lanjut mungkin akan semakin geli dan yang tadi muntah darah saya tidak menyarankan untuk membaca post ini lebih lanjut jika memang dirasa tidak kuat. Istilah “Romantisme Hukum” ini bukanlah isitilah yang saya karang sendiri. Istilah ini diperkenalkan oleh dosen saya Mas Muhammad Fatahillah Akbar, menurut sepenangkapan saya sih romantisme hukum itu adalah segala hal mengenai hukum yang sedikit dimodifikasi dan dihubungkan dengan yang namanya CINTA. Romantisme Hukum yang diperkenalkan ini lebih kepada kalimat-kalimat gombalan yang mungkin akan berguna bagi mahasiswa-mahasiswa  yang ingin PDKT kepada mahasiswa hukum atau bisa juga sih sebenernya kepada mahasiswa bukan hukum, tapi saya tidak menjamin mereka akan mendapatkan pointnya dan bilang kamu itu cowok yang romantis tapi kalau ke mahasiswa hukum pun saya juga sebenarnya tidak yakin,hahaha . Namun kalau memang masih mau mencoba yo wess,dipersilahkan kok.

Ini beberapa contoh yang yang pernah dicontohkan oleh Mas akbar (saya tidak ingat persisnya, tapi kira-kira ya beginilah) :

1.Cintaku padamu mempunyai dasar yang lebih kuat daripada dasar negara,karena cintaku takkan pernah bisa diamandemen layaknya konstitusi;

2.cintaku kepadamu jauh lebih istimewa daripada konstitusi yang mengistimewakan yogyakarta;

3.Cintaku padamu tidak mengenal yang namanya tempus atau locus delicti,karena cintaku tak terbatas waktu dan tempat untukmu;

Yaah itulah beberapa contoh yang pernah diberikan oleh mas Akbar,gimana ? masih kuat ?
Kalau memang masih kuat, maka saya akan mencoba menambahkan beberapa lagi,yang saya karang sendiri :

1.Actori incumbit onus probandi,tidak seperti hukum acara perdata ketika siapa yang menggugat maka dia yang harus membuktikan. Ketika kamu menggugat cinta padaku tidak perlu kamu buktikan karena secara sah dan meyakinkan sebenarnya aku memang mengharapkan gugatanmu;

2.ius curia novit,hakim dianggap akan selalu tahu dengan hukumnya tapi aku tidak yakin hakim akan tahu hukum alam yang membuatku mencintaimu;

3.Seharusnya kamu ada di penjara... karena kamu terbukti secara sah dan meyakinkan telah mencuri hatiku. (yang ini agak pasaran kayaknya);

4.Facta sun potentiora verbis,fakta lebih kuat daripada kata-kata.Oke,klo begitu aku ga perlu bilang apa-apa. Karena aku yakin kamu tahu faktanya;

5.aku baru tahu kalau mencintaimu termasuk tindak pidana yang berat,karena sekarang aku terancam dengan pidana penjara seumur hidup dalam cintamu.



Itu dulu yang bisa saya berikan untuk post kali ini,saya sendiri sudah tidak kuat karena sudah kehabisan banyak darah dalam proses penulisan post ini.Sekali lagi bagi teman-teman yang merasa menyesal dan tersiksa setelah membaca post ini saya mengucapkan mohon “maaf” . Mungkin saya akan melanjutkan post ini suatu hari nanti tapi saya jamin tidak dalam waktu dekat karena saya sendiri butuh sedikit waktu istirahat setelah penulisan ini.

Kamis, 19 Maret 2015

Petaka

Dingin seperti biasanya, udara pagi tetap menusuk hingga ke tulang-tulangku,dan udara sejuknya yang selalu mengingatkanku bahwa betapa besar nikmat Allah untuk sekedar berbaring dikasur(baca=tidur) yah ini lah Kota Padangpanjang kota serambi mekkah kota santri dan kota tempat persinggahan ku selama tiga tahun ini. Setelah shalat shubuh selama dua atau tiga menit sekarang kewajibanku sebagai teman yang baik adalah membangunkan temanku M.syukri.Sebenarnya tentu tidak wajib bagiku membangunkannya tapi karena sifat manja dan males ditingal sendirinya lah akhirnya aku terpaksa membangunkannya. ”oooh,jadi temen zaman sekarang kayak gitu ya ?” satu kata pamungkasnya yang selalu membuatku mati langkah dan terpaksa menunggu nya untuk berangkat sekolah bersama.
Setelah mandi dengan menghabiskan sabun yang seminimal mungkin (anak kost), akhirnya seperti biasa aku melangkah dengan pasti dan penuh semangat untuk mengerjakan ujian hari ini. Jujur waktu ujian adalah satu momen yang cukup membahagiakan bagiku, karena dihari itulah aku bisa pulang sebelum jam 12 dan akhirnya mengenal yang namanya tidur siang, betapa tidak ! jadwal sekolah dari pagi-sore itu sebenarnya kurang manusiawi menurutku, ayolaah kami masih dalam masa pertumbuhan dan kami butuh lebih banyak waktu bersenang-senang. UTS Ekonomi hari ini seperti biasa,mustahil untuk yang namanya belajar bagiku,apalagi setelah mengetahui betapa indahnya mencontek.Ini benar-benar prinsip ekonomi dimana pengorbanan yang minimal dapat menghasilkan hasil yang maksimal. ”bro semalam lu belajar ga ?” sebuah pertanyaan jenius yang tiba-tiba keluar dari mulut Syukri. ”ekhm! klo gue belajar, trus semalam yang main PES sama lu siapa ?” jawabku jengkel (sambil megang golok) “hahaah iye ye, gue takut nih, kita kan semalem ga sempet baca trus ntar mau jawab apa “ tanyanya lagi.”gini bro ! dulu pada tanggal 28 oktober 1918 pemuda Indonesia menyatakan bahwa berbangsa satu dan bertanah air satu, mereka bersatu untuk mencapai tujuan yaitu Indonesia merdeka ! sekarang sebagai pemuda kita harus mencontoh mereka bung, berhubung bahasa,bangsa dan tanah air udah di satuin jadi sekarang sekurang-kurangnya kita menyatukan naskah hasil pemikiran aja bersama pemuda lainnya, sekurang-kurangnya naskah sama temen-temen dari samping kiri, kanan,atau depan belakang”jawabku.”hahah maksud lu naskah hasil pemikiran itu mungkin jaman sekarang disebutnya lembar jawaban kali ye ?”cetusnya. ”hahah you know what i mean lah”.
Tak lama setelah kaki penuh dosa kami melangkah ke dalam lingkungan sekolah, bell pun berbunyi . Setelah sedikit cipika cipiki(jangan anggap serius) aku dan Syukri yang notabenenya hanya dipisahkan oleh satu kelas saja, akhirnya terpisah oleh yang namanya waktu.Saat masuk kelas tiba-tiba ku rasakan ada aura yang berbeda suasana hening dan raut wajah anak-anak muda ini tampak menyedihkan dan ini tak biasa terjadi, “apa yang terjadi disini ? apa yang salah ? apakah ada seorang jomblo gantung diri lagi hari ini ?” ucapku dalam hati,perasaanku tidak enak dan bulu kudukku merinding dan tak lama “ekkhmm ! Yang baru datang duduknya silahkan dipercepat”bak sambaran petir di siang hari,suara itu mengagetkanku dan menghentikan detak jantungku sepersekian detik sampai akhirnya aku terhipnotis dan duduk begitu saja tanpa sempat mengatakan apa-apa,”Buk hendar ?” lirihku dalam hati, betapa sedihnya perasaanku dan betapa sakitnya saat ini,bahkan ini lebih menyedihkan dari status jomblo menahun yang kusandang,ini benar-benar petaka.Untuk informasi bersama buk hendar adalah seorang guru ekonomi,walaupun guru ini belum pernah mengajar dikelasku tapi kekejamannya dan kekillerannya sudah tersebar keseluruh penjuru sekolah,dan ini benar-benar berita duka bagi “contekers” sejati sepertiku yang benar-benar murni mengharapkan bantuan “call your friends” pada saat ujian.Dan ketika pilihan itu tak tersedia sekarang ! saat ini hanya akan tersedia pilihan “just died” or “kill your self”.
Mengaji dan berdo’a yang telah menjadi kebiasaan sekolahku untuk kali ini benar-benar tak dapat ku jalani dengan ketenangan dan kebahagian seperti biasanya berbagai pertanyaan menakutkan berputar-putar di kepalaku”bagaimana ini? Apakah aku bisa mendapat angka 3 ? apa yang akan dikatakan ayahku ketika melihat hasil UTS ku ? dimana ibuku akan menggantungku ? akankah Maemunah menolak cintaku lagi ?”semua ini benar-benar membuatku stress dan bingung, yang bisa kulakukan sekarang hanya berdo’a ”ya Allah bantulah hamba mu ini ya Allah,mudah-mudahan ada suatu cara untukku berbagi jawaban dngan temanku,bantulah aku ya Allah” jarang aku bisa berdo’a setulus ini.Tapi harus ku akui bahwa ini lah manusia hanya ingat tuhan ketika mereka terdesak tapi bagaimana lagi memang tak ada bantuanlah lain yang dapat ku harapkan sekarang,lalu ”apa lagi yang harus kulakukaaaaan ???”

bersambung...