Kamis, 19 Maret 2015

Petaka

Dingin seperti biasanya, udara pagi tetap menusuk hingga ke tulang-tulangku,dan udara sejuknya yang selalu mengingatkanku bahwa betapa besar nikmat Allah untuk sekedar berbaring dikasur(baca=tidur) yah ini lah Kota Padangpanjang kota serambi mekkah kota santri dan kota tempat persinggahan ku selama tiga tahun ini. Setelah shalat shubuh selama dua atau tiga menit sekarang kewajibanku sebagai teman yang baik adalah membangunkan temanku M.syukri.Sebenarnya tentu tidak wajib bagiku membangunkannya tapi karena sifat manja dan males ditingal sendirinya lah akhirnya aku terpaksa membangunkannya. ”oooh,jadi temen zaman sekarang kayak gitu ya ?” satu kata pamungkasnya yang selalu membuatku mati langkah dan terpaksa menunggu nya untuk berangkat sekolah bersama.
Setelah mandi dengan menghabiskan sabun yang seminimal mungkin (anak kost), akhirnya seperti biasa aku melangkah dengan pasti dan penuh semangat untuk mengerjakan ujian hari ini. Jujur waktu ujian adalah satu momen yang cukup membahagiakan bagiku, karena dihari itulah aku bisa pulang sebelum jam 12 dan akhirnya mengenal yang namanya tidur siang, betapa tidak ! jadwal sekolah dari pagi-sore itu sebenarnya kurang manusiawi menurutku, ayolaah kami masih dalam masa pertumbuhan dan kami butuh lebih banyak waktu bersenang-senang. UTS Ekonomi hari ini seperti biasa,mustahil untuk yang namanya belajar bagiku,apalagi setelah mengetahui betapa indahnya mencontek.Ini benar-benar prinsip ekonomi dimana pengorbanan yang minimal dapat menghasilkan hasil yang maksimal. ”bro semalam lu belajar ga ?” sebuah pertanyaan jenius yang tiba-tiba keluar dari mulut Syukri. ”ekhm! klo gue belajar, trus semalam yang main PES sama lu siapa ?” jawabku jengkel (sambil megang golok) “hahaah iye ye, gue takut nih, kita kan semalem ga sempet baca trus ntar mau jawab apa “ tanyanya lagi.”gini bro ! dulu pada tanggal 28 oktober 1918 pemuda Indonesia menyatakan bahwa berbangsa satu dan bertanah air satu, mereka bersatu untuk mencapai tujuan yaitu Indonesia merdeka ! sekarang sebagai pemuda kita harus mencontoh mereka bung, berhubung bahasa,bangsa dan tanah air udah di satuin jadi sekarang sekurang-kurangnya kita menyatukan naskah hasil pemikiran aja bersama pemuda lainnya, sekurang-kurangnya naskah sama temen-temen dari samping kiri, kanan,atau depan belakang”jawabku.”hahah maksud lu naskah hasil pemikiran itu mungkin jaman sekarang disebutnya lembar jawaban kali ye ?”cetusnya. ”hahah you know what i mean lah”.
Tak lama setelah kaki penuh dosa kami melangkah ke dalam lingkungan sekolah, bell pun berbunyi . Setelah sedikit cipika cipiki(jangan anggap serius) aku dan Syukri yang notabenenya hanya dipisahkan oleh satu kelas saja, akhirnya terpisah oleh yang namanya waktu.Saat masuk kelas tiba-tiba ku rasakan ada aura yang berbeda suasana hening dan raut wajah anak-anak muda ini tampak menyedihkan dan ini tak biasa terjadi, “apa yang terjadi disini ? apa yang salah ? apakah ada seorang jomblo gantung diri lagi hari ini ?” ucapku dalam hati,perasaanku tidak enak dan bulu kudukku merinding dan tak lama “ekkhmm ! Yang baru datang duduknya silahkan dipercepat”bak sambaran petir di siang hari,suara itu mengagetkanku dan menghentikan detak jantungku sepersekian detik sampai akhirnya aku terhipnotis dan duduk begitu saja tanpa sempat mengatakan apa-apa,”Buk hendar ?” lirihku dalam hati, betapa sedihnya perasaanku dan betapa sakitnya saat ini,bahkan ini lebih menyedihkan dari status jomblo menahun yang kusandang,ini benar-benar petaka.Untuk informasi bersama buk hendar adalah seorang guru ekonomi,walaupun guru ini belum pernah mengajar dikelasku tapi kekejamannya dan kekillerannya sudah tersebar keseluruh penjuru sekolah,dan ini benar-benar berita duka bagi “contekers” sejati sepertiku yang benar-benar murni mengharapkan bantuan “call your friends” pada saat ujian.Dan ketika pilihan itu tak tersedia sekarang ! saat ini hanya akan tersedia pilihan “just died” or “kill your self”.
Mengaji dan berdo’a yang telah menjadi kebiasaan sekolahku untuk kali ini benar-benar tak dapat ku jalani dengan ketenangan dan kebahagian seperti biasanya berbagai pertanyaan menakutkan berputar-putar di kepalaku”bagaimana ini? Apakah aku bisa mendapat angka 3 ? apa yang akan dikatakan ayahku ketika melihat hasil UTS ku ? dimana ibuku akan menggantungku ? akankah Maemunah menolak cintaku lagi ?”semua ini benar-benar membuatku stress dan bingung, yang bisa kulakukan sekarang hanya berdo’a ”ya Allah bantulah hamba mu ini ya Allah,mudah-mudahan ada suatu cara untukku berbagi jawaban dngan temanku,bantulah aku ya Allah” jarang aku bisa berdo’a setulus ini.Tapi harus ku akui bahwa ini lah manusia hanya ingat tuhan ketika mereka terdesak tapi bagaimana lagi memang tak ada bantuanlah lain yang dapat ku harapkan sekarang,lalu ”apa lagi yang harus kulakukaaaaan ???”

bersambung...